Tampilkan postingan dengan label MTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Mei 2013
MERENDA MASA DEPAN MTI
oleh:
DUSKI SAMAD
Ketua DPD PERTI Sumatra Barat
A.
Mukaddimah
Mengukur
kedewasaan adalah wahana untuk memperoleh hikmah dan ilmu, karena memang
kebaikan tertinggi hanya akan diberikan kepada mereka dicatat sebagai muhsinin (pelaku kehidupan yang
murni karena-Nya).
Artinya: Dan
tatkala Dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya Hikmah dan ilmu. Demikianlah
Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Yusuf,
12:22)
Rabu, 10 April 2013
Sejarah Berdirinya MTI
Pada tangga 5 Mei 1928 M Syekh Sulaiman ar-Rasuli berinisiatif untuk mengumpulkan para ulama
Syafi’iyyah dan beri’tiqad Ahl al-Sunnah wa al-JamÄ’ah Minangkabau, di Candung, sekaligus peresmian MTI Canduang
dimana gedungnya dibangun bersama masyarakat di Pekan Kamis. Maka sejumlah
tokoh dari kalangan ulama kaum tua pun turut hadir.
Pertemuan ini dihadiri oleh hampir seluruh ulama besar penganut mazhab
Syafi'i di Minangkabau dan dipimpin langsung oleh Inyiak Canduang; di antara
ulama-ulama itu adalah: Syekh Muhammad Jamil Jaho, Syekh Abdul Wahid
Al-Shalihy, Tabek Gadang, Payakumbuh; Syekh Abbas, Ladang Lawas, Bukittinggi;
Syekh Arifin al-Rasyad, Batu Hampar, Payakumbuh; Syekh Muhammad Salim, Bayur
Maninjau; Syekh Khatib Ali, Padang; Syekh Muhammad Said, Bonjol Pasaman; Syekh
Makhudum, Tanjung Bingkung Solok; Syekh Muhammad Yunus, Sasak Pasaman; Syekh
Adam, Palembayan, Bukittinggi; Syekh Hasan Basri, Maninjau; Syekh Abdul Madjid,
Koto Nan Gadang Payakumbuh; Muhammad Zein, Sinabur, Batu Sangkar; Syekh
Jalaluddin, Sicincin; Syekh Tuanku Muda 'Alwi, dan Koto Nan Ampek Payakumbuh.
Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh beberapa orang wakil siswa dari tiga Madrasah Tarbiyah
Islamiyah terbesar saat itu, yaitu MTI Candung, MTI Tabek Gadang Payakumbuh,
dan MTI Jaho.
Langganan:
Postingan (Atom)